Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Blog EntryMay 30, '09 6:01 AM
for everyone
dua hari lalu gue nerima sepeda gue yg dikirim pakai cargo dari riyadh, dlm keadaan terbungkus kardus karena udah dipretelin wktu di pack.

gue smpt khawatir sepeda itu rusak, tapi setelah dipikir2 yah udah resiko dikirim pakai cargo. harus ikhlas tu sepeda ditumpuk2, tehimpit barang lain atau terbanting.

waktu dipacking gue udh pesen ama cargo, ''silakan kalau mau mretelin, tapi tolong yg alat untuk mindah gir jangan diutak atik susah nyetelnya. biarin aja, diakalin bungkusnya''.

kemarin saat gue bongkas kardus itu dan gue rakit lagi itu sepeda, ternyata semuanya masih utuh kecuali.... alat pemindah gir itu! patah dan harus disetel lagi.. . semaleman gue utak atik tu alat biar tetep berfungsi..kalau beli lagi lumayan mahal (merek 'altus - shimano').

alhamdulillah pagi tadi sepeda itu udah bisa gue pakai jalan nyari makan di warteg depan kompleks.

The Devil’s Donkey
Angelo Young | Arab News  Monday 6 October 2008 (06 Shawwal 1429)


RIYADH: Irrational fear of the novel takes on many forms, but few can seem as irrational as the fear of the bicycle.

There was a time in the Kingdom when the bicycle was viewed with suspicion, a mechanical beast that carried its riders down the bike path toward immorality and vice. The bicycle was even at one point labeled the homaar al-sheitan, or the “devil’s donkey.”

Now, according to the Arabic daily Al-Riyadh, a man in the southern city of Buraidah has preserved an artifact of this mentality and is happy to show curious visitors a 50-year-old bike-riding permit issued by the Commission for the Promotion of Virtue and Prevention of Vice.

In order to obtain this license the rider had to abide by the following rules: The rider had to be a man; he could not ride at night; he could not rent out the bike; he could not share the bike; and he could not carry food on the bike.

To get this permit, the rider had to appear before the local vice commissioner along with his local district leader and tribal chief and commit to abiding by the rules. For years, according to locals, people would look at bike riders with suspicion and derision.

Of course times have changed. With skyrocketing oil prices and growing concern over fuel-burning pollution, many people have embraced bicycles as an eco-friendly form of transport that also promotes exercise. And though bicycle riding is not extremely popular in the Kingdom (it might have something to do with the weather) at least bike riders aren’t looked at with scorn — at least until they swerve in front of your SUV.
 

source:
http://www.arabnews.com/?page=9&section=0&article=115144&d=6&m=10&y=2008&pix=community.jpg&category=Features


Blog EntryOct 5, '08 8:53 AM
for everyone

hanya di negara-negara arab aja gue ngeliat ada mobil di-"bedak"-in kayak gini.

 

mobil toyota fortuner ini aslinya bercat putih. karena dibawa jalan ke luar kota dan harus melewati jalan-jalan menembus padang pasir, pemiliknya menutup catnya dengan semprotan pelindung. untuk nahan panas teriknya? bukan, untuk melindungi dari pasir!

 

jika nekat nggak dibedakin gitu maka itu cat mobil bisa carut marut kena hantaman butir-butir pasir. sebenarnya nggak terlalu keliatan sih scratch-nya kalau gak dibedakin. tapi kalau mobilnya baru sayang juga...

 


Blog EntryOct 4, '08 1:33 PM
for everyone

ini sepeda gue, udah hampir dua tahunan sejak gue beli. lebih sering nongkrong di rumah sih, kadang-kadang gue pake muter-muter kompleks kalau malem, abis kalau siang panas, choi.. malem aja kadang masih 42 derajat. nah sekarang nih hawa musim dingin udah mulai terasa, jadi gue mulai semangat genjot lagi tu sepeda.

sepeda ini enak banget, tanpa cela lah, merknya "sedona", entah bikinan mana, kata yang jual sih bikinan perancis, tapi kalau menurut hasil riset gue belakangan kayaknya bikinan amrik. entengnya minta ampun, bahan rangka bodinya aluminium, konon kalau yang bahannya serat karbon lebih enteng lagi.tapi harganya bisa dua kali lipet bok..hehe gak lah...next time perhaps.

sepeda ini punya 7 gir belakang dan 3 gir depan. komponennya bisa dilepas manual tanpa alat termasuk dua ban-nya. makanya ntar di jakarta gue gak akan berani parkir sembarangan, bisa amblas dipretelin hehe...

keluhan gue ama ni sepeda cuma satu, rem belakang pakai tangan kanan, rem depan tangan kiri! semua sepeda gue jaman dulu sebaliknya. rem belakang pakai tangan kiri. jadi refleks gue sering salah. dan ternyata, saudara-saudara, penyesuainnya lebih susah dibanding pindah setir mobil bagian kiri ke bagian kanan!

satu lagi yang gue agak resah, menurut kabar internet ada beberapa seri sepeda ini yang ditarik dari peredaran karena "faulty", entah bagian mananya dan yg jenis ini apa bukan. so far sih ok-ok aja gue pakai.

sepeda ini kagak pernah gue bawa keluar kompleks, soalnya orang arab kalau nyetir gila-gilaan, serem euy..

jadi inget jaman dulu, waktu kecil bokap pernah beliin sepeda mini warna merah dengan merk “five rams” bikinan china kayaknya, sedang kakakku dibeliin sepeda serupa warna biru merk “phoenix”. waktu baru belajar semanget banget, bangun tidur abis subuh terus genjot di jalanan yang sepi hehehe..pernah jatuh dan sampai sekarang bekas lukanya masih ada di tangan. sepeda itu berguna banget buat jalan ke sekolah bolak-balik dan buat main ke kecamatan sebelah.

waktu smp dan sma pernah juga pakai sepeda jengki dan sepeda unta punya bokap hehe...sampai akhirnya hijrah naik sepeda motor karena tuntutan jarak.

tapi naik sepeda memang asyik, udah ramah lingkungan, bikin sehat pula. ayo nyepeda! (tapi kalau di jakarta susah juga ya..:( )


Blog EntryAug 24, '08 10:35 AM
for everyone

I’ve just returned from a short trip to my home country, Indonesia. Before I did the trip I had arranged an agenda, a to-do list for my one-week stay in the country. One of the things that I had planned to do was “watching movie at a cinema”. You may wonder why? It’s because there is no cinema in the city where I’m living now, not a single one. Over the past two years I practically had not watched any movie in widescreen, so I quite missed it.

The nearest cinema from my place is in Bahrain. It takes 5 hour drive eastward through a desert passage, crossing the 10-kilometer Saudi Arabia-Bahrain causeway, passing two immigration check points and two custom verifications . The same way applies for the journey back!  I also need a Saudi “exit re-entry visa” and a Bahraini visit visa. So, attempting to watch a widescreen movie by going to Bahrain is just not a good idea.

In Jakarta I came to a good Cineplex called “Sinema XXI”  in one of the best malls in Jakarta, the Plaza Senayan. I chose to watch a movie that I had been longing to see,”The Dark Knight”, the new Batman movie. I enjoyed the movie very much. The film itself is just extremely good and the Dolby digital sound system of the cinema was just incredible.

There is a lesson to learn here. Something that may be too usual and normal for most people, such as watching cinema, can be very special for particular persons like me.


Blog EntryMay 31, '08 12:50 PM
for everyone

The picture speaks for itself! 


Blog EntryMay 31, '08 12:42 PM
for everyone

I couldn't believe my eyes, our car thermometer indicated  that the ambient temperature was 56 C!  I thought 52 C was the highest point as I experienced it myself two years ago in Riyadh.

Photo taken from an SUV (GMC Suburban) parked at a gas station near Al-Jubayl, KSA coastal area of the Gulf of Arab.

Picture info: SE stands for Southeast, indicator used for navigation (compass), not related to temperature.


Blog EntryMay 5, '08 2:38 PM
for everyone

Global food crisis?! Where!? Where!? :)......Kalau ngelihat foto-foto ini kayaknya hampir nggak percaya kalau denger berita bahwa dunia lagi krisis pangan. Foto-foto kuambil di beberapa kesempatan waktu lagi ada acara makan bareng.  Harap maklum, di negara yang kutinggali sekarang ini suplai makanan selalu cukup.

Anyway, percayalah, krisis pangan benar-benar ada. Kemarin temenku nunjukin situs menarik terkait krisis pangan www.freerice.com . Situs ini mengajak kita untuk berpartisipasi membantu masyarakat yang terkena krisis pangan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Jika kita benar menjawab 1 soal di situ, 20 butir beras akan disumbangkan kepada yang membutuhkan melalui UN Food Programme. Semakin banyak kita menjawab soal dengan benar semakin banyak beras yang kita sumbangkan. Silakan coba, sekalian kita melatih kemampuan bahasa Inggris kita.

Thanks to Mbak Riris for introducing me to this site. 

 



LinkJan 26, '08 10:41 AM
for everyone
Link: http://www.arabnews.com

The Middle East's Leading English Language Daily

Photo AlbumNegerinya SinbadJan 23, '08 3:21 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Beberapa foto yang kuambil di sekitar pantai dan pegunungan di Oman yang konon adalah negeri asal Sinbad, si pelaut di cerita 1001 malam.

(Foto diambil dengan hp Samsung SGH X820 2.0 mega pixels)

Blog EntryJan 11, '08 10:48 AM
for everyone

Kemaren iseng-iseng gue ngintip rumah di Riyadh pake Google Earth. Gue agak kaget karena ternyata kolam renang yang ada dideket rumah gede banget!

Sejak awal gue tahu kalo disitu ada kolam renang, tapi kirain kecil kayak biasanya kolam renang di sini. Maklum tempatnya tertutup banget dan ada jam khusus untuk laki-laki dan perempuan.

Tadinya gue pengin jadi member kolam renang depan rumah itu, tapi iurannya lumayan mahal: SAR 2000 per tahun! (Coba kalikan Rp 2500). Dan syukurlah nggak jadi karena ternyata gue juga nggak punya banyak waktu untuk berenang rutin.

Selama lebih dari dua tahun di sini baru dua kali gue berenang, sekali di tempat salah satu kenalan teman, sekali di Golf Course yang jauhnya hampir 100 km.

Nanti lah kalau udah balik ke Jakarta lagi, gue akan berenang lagi tiap minggu seperti dulu. Oh, how lovely!


Blog EntryJan 11, '08 9:25 AM
for everyone

Saudi Arabia covered with snow in coldest winter for 20 years

RIA Novosti

(RIA Novosti) - Northern parts of Saudi Arabia are covered with snow with schools, mosques and administrative bodies paralyzed, local media reported Friday.

The oil-rich kingdom is being hit with subzero temperatures and snow storms with freezing winds of up to 50 km/h (30mp/h). Some regions have been experiencing problems with water supplies as pipes have frozen, and livestock has died from the cold.

The Saudi Gazette reported late in December that the winter was expected to last 89 days, with temperatures reaching below zero. National media said the winter is the coldest in the country for 20 years.

Morning and afternoon prayers are being combined in many mosques because of the morning cold and some schools will reopen later than scheduled.

The bad weather is fun for children and teenagers, however, who have been making snowballs and building snowmen with enthusiasm.

Source: The Intelligence Daily  
URL 
http://www.inteldaily.com/?c=148&a=4827
Fri, 11 Jan 2008 04:14:00

Photo: Okaz on Saudi Gazette, 11 Jan 2008

 

 


Blog EntryJan 5, '08 8:48 AM
for everyone

“Tahun Miladi”, begitulah orang-orang Arab menyebut tahun Masehi.

 

“Miladi” secara harfiah artinya kelahiran, tentunya kelahiran Nabi Isa. Entah kenapa mereka tidak menyebut Masehi seperti di Indonesia…mungkin supaya tidak confused dengan sebutan untuk agama Kristen yang selalu ditulis “Masihiyyah”.

 

Sementara itu dalam bahasa Inggris mereka tetap menyebutnya “Gregorian calendar”, diambil dari sistem kalender yang dibuat oleh Paus Gregorius XIII.

 

Selain istilah Miladi, disini juga dikenal istilah kalender “Ifrinji” artinya “asing”. Yang dimaksud kalender Masehi juga.

 

Di sini tahun baru Masehi tidak dirayakan dan kantor-kantor tetep buka. Juga tidak lazim orang mengucapkan selamat tahun baru untuk 1 Januari.  Ucapan tahun baru disampaikan pada saat 1 Muharram sesuai kalender Hijriyah yang diakui secara resmi.

 

Jadi tanggal 31 Desember tidak ada hitungan mundur akhir tahun, juga tidak ada kembang api. First of January is just another working day!:)


Blog EntryDec 15, '07 12:23 PM
for everyone

Pernah dengar ada kecamatan yang namanya Glenmore? Ketika ada orang ke kantor bilang asalnya dari Glenmore, Jawa Timur kirain main-main tuh. Mana ada nama tempat di Jawa yang kedengeran Anglo-Saxon gitu? Yang kutahu hanya ada satu nama kota yaitu "Kendal" deket Semarang yang ejaannya sama persis dengan kota kecil di England, deket jalan raya Motorway M6 "Kendal Town".

Tapi setelah kucek di Wikipedia ternyata Kecamatan Glenmore benar-benar ada!! Letaknya di Kabupaten Banyuwangi. Lha kok?! Konon dulu tempat itu bekas perkebunan yang dimiliki orang Irlandia, keluarga Glenmore, nama ini sampai sekarang dipakai untuk nama kecamatan.

Terus ada satu lagi desa yang namanya "Trangkil" di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Waktu ada orang yang nyeletuk nama desa ini aku teringat kata "tranquil" yang artinya suasana tenang / sunyi. Ada hubungannya? Entahlah, hehehe......

Nama-nama tempat yang nggak biasa gitu emang sering bikin senyum sendiri. Di Riyadh ada nama jalan yang kedengeran Jepang banget: "Takhasusi", padahal itu bahasa Arab tulen, artinya spesialis!:)


Blog EntryDec 15, '07 11:33 AM
for everyone
Ketika aku naik pesawat  dari Muscat ke Riyadh beberapa bulan lalu, di sebelahku duduk seorang perempuan, kemungkinan besar TKW dari Sri Lanka. Dari tongkrongan dan gerak geriknya yang kelihatan kebingungan, kelihatan kalau dia jarang bepergian jauh.

Kasihan juga, aku coba ajak ngobrol, tapi dia nggak bisa bahasa Inggris maupun Arab, tidak sepatah katapun. Jadi kebayang kalau misalnya ibuku, yang seumur-umur bepergian paling jauh ke Jakarta dan hanya bisa bahasa Jawa plus sedikit bahasa Indonesia, harus naik pesawat sendiri dikelilingi orang-orang yang tidak dikenal dengan bahasa yang nggak dipahami, pasti kebingungan juga.

Perempuan Sri Lanka ini kelihatan kehausan dan ditawari pramugari Coca-Cola kaleng. Kayaknya dia belum pernah melihat benda ini dan kebingungan cara membukanya. Dia ambil kunci dari dompetnya dan mencoba membuka tutup kaleng dengan mencongkelnya. Karena nggak tega ngeliat kesulitan orang ini kaleng itu segera kuambil dan kubukain tutupnya. Pssssh...voila...

Kejadian biasa sebetulnya, tapi bikin aku terus kepikiran. Kebayang betapa beratnya penyesuaian budaya yang mungkin dia alami nanti ketika bekerja di negara asing.


Blog EntryDec 13, '07 12:46 PM
for everyone

Dulu aku nggak suka yang namanya yogurt dan waktu kuliah di Inggris dulu selalu melihat dengan penuh keanehan teman-teman dari Turki dan negara-negara lain yang berkultur "dairy" melahap yogurt dengan nikmat. Sekarang di negeri Arab aku ketemu benda sejenis yogurt namanya 'laban'.

Ujudnya cair seperti susu sapi biasa tapi sebenarnya sudah difermentasi. Rasanya agak asem. Orang yang pertama kali nyoba biasanya nggak doyan, tapi yang udah doyan biayanya ketagihan. Paling nikmat diminum setelah makan nasi arab dan kambing. Bahkan ada orang-orang yang bisa menikmatinya dengan langsung mencampur minuman ini dengan nasi seperti kuah.

Aku dulu juga sempat merasa aneh waktu pertama kali nyoba, Tapi setelah 4-5 kali jadi doyan. Konon laban ini bagus buat pencernaan, apalagi yang berlabel "active". Makanya sekarang aku maen samber aja kalau ketemu laban dan sekarang udah memasukkannya ke dalam daftar wajib belanja rutin.

Sejak sering minum laban ini aku kemudian jadi berani mencoba yogurt beneran yang bentuknya krim. Ternyata jadi doyan! Apalagi yang ada rasa buahnya.

Pengin coba? Yogurt kayaknya ada tuh di beberapa supermarket di Jakarta. Kalau laban-nya sendiri susah didapet, tapi denger-denger ada di beberapa toko di daerah Puncak dimana banyak berkerumun komunitas arab.


ReviewReviewReviewReviewDec 13, '07 12:41 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: European
Location:Diplomatic Quarter Riyadh
Di seberang kantor ada restoran waralaba yang namannya "Kudu". Nggak ada kaitannya dengan istilah kudu di Jawa atau Sunda yang artinya "harus". Restoran ini merupakan harapan terakhir bagi kami, karyawan kantor yang males keluar kompleks untuk cari makan.

Ada satu menu pagi hari yang merupakan favoritku namanya "Kudu Breakfast". Isinya: toast roti, sosis sapi goreng, telur goreng pake keju, fillet ikan, mentega, dan selai strawberry. Minumnya secangkir kopi plus susu ditambah jus jeruk. Menurutku makanan ini pas banget buat jaga keseimbangan perut sampai waktu makan siang, kualitasnya nggak kalah dengan menu hotel bintang lima. Rasanya enak dan porsinya juga nggak kebanyakan, bukan porsi Arab.

Buat yang nggak sempat nyalain kompor atau microwave sebelum ke kantor kayak aku, keberadaan restoran ini nolong banget, kudu didatengin:)


Blog EntryDec 9, '07 1:51 PM
for everyone

gue barusan balik dari mekkah, just one day visit, jam 10 pagi dateng jam 2 malem pulang. wuzzz...gak pake umroh pula. padahal dateng jauh-jauh 1000 kilo dari riyadh.

sepanjang jalan orang-orang indonesia yang naik haji pada ngeliat gue, mungkin aneh kali karena gue nggak pake atribut haji secuilpun. name tag gak ada, gelang id gak punya, topi haji juga kagak, malah bawa tas laptop yang sebenarnya isinya charger sama peta.

masuk ke kotanya ampuun men, ketat banget cek point-nya, pake ditanya berkali-kali punya ktp mekkah apa nggak. tukang taksi sampai nanya 3 kali apa gue punya id card.

tiba di depan masjidil haram, tanpa masuk langsung cabut ke pemondokan haji buat nyari kakak dan temen sma dulu.

sorenya pengin sowan ke dalem masjid bentar untuk lihat ka'bah. tapi ya ampuuuun, orangnya banyak bangeeet! masuk halaman aja susahnya bukan maen. pas sholat maghrib jalan semua ketutup orang sholat. gue minggir di trotoar bengong ngeliatin sama orang-orang yang nggak kebagian tempat.

akhirnya batal deh masuk masjid dan gue balik kanan karena sulit nembus khalayak.

pulangnya ke bandara jeddah gue naik taksi lagi, supir yang ini ternyata juga nanyain ktp lagi sampai berkali-kali. kagak bisa bahasa inggris, terpaksa deh gue berbahasa arab patah-patah. nyampe juga ke bandara jeddah fiufh...gue ngantuk2 bentar di terminal sebelum boarding jam 2.

jam 4 pagi gue nyampe lagi di riyadh. mobil masih setia terparkir di basement.

masih merasa aneh....ke mekkah kok nggak umroh!


MusicOct 11, '07 9:22 AM
for everyone
Berikut contoh lagu heavy metal (death metal?) yang dimainin sama salah satu band Saudi.

"To Eternal rest...In Memory" (Instrumental)

Warning for non metal-lovers: HEAVY!

Profil band sbb:

Crimson:
Band Members
Bass - Maher Saad El Din
Guitars - Abdallah Arab (Misanthropist, Blessed From Below)
Guitars - Ahmad Shaheen
Vocals - Ahmid Saad El Din (Colossus)
Drums - Alex Croller

Influences: Iron Maiden, Megadeth, Testament

Crimson started in summer 2004 when bassist Maher Saad El Din, guitarists Ahmad Shahin and Murat Jan decided to start a Heavy Metal band in Riyadh, Saudi Arabia. Later on Ahmad switched to drums because of the complete lack of drummers, guitarist Abdallah Arab joined the band, Ahmid Saad El Din (Maher's brother) joined in for the vocals position and thus a full band finally emerged.

Three songs were fully written and about 6 more were on there way. On October 5th, 2004 Lead Guitarist and mastermind Murat Jan suffered a severe asthma attack, which caused his lung to collapse, he died within an hour (god bless his soul).

The tragically stricken band was put to a halt as the future of the band was uncertain anymore. Later on that year in mid December luck smiled upon the remaining members when Ahmid bumped into a young French drummer by the name of Alex Croller. After a short audition, the band hired him and Ahmad Shahin took over 2nd guitar duty.

So far Crimson has played in all 3 S.A. Metal gigs in Dammam and 2 small gigs in Riyadh and have managed to get a good following in a country where music and concerts are the true definition of underground.

source: http://profile.myspace.com/index.cfm?fuseaction=user.viewprofile&friendid=142560402
To Eternal Rest... In Memory demo Crimson 

Pages:123